Naruto VS Sasuke,who is the strongest?

Tutorial MYSQL Server di Debian

Posted by : Unknown
1.      Setelah itu kita instal MySQL Server nya dengan cara apt-get install mysql-server, tgg sampai proses installasi selesai, jika di minta password masukkan saja



2.      Selanjut nya kita instal PHPMyAdmin nya dengan cara apt-get install phpmyadmin ikuti cara nya seperti di bawah ini, jika ada pilihan kita pilih apache2, lalu pilih yes,lalu masukkan password database nya


3.      Lalu jika ingin melihat apakah phpmyadmin sudah terinstall apa belum kita bisa mencoba nya di browser client dengan cara http://www.matius.com/phpmyadmin,

4.      Setelah selesai membuat phpmyadmin kita setting mysql-server nya pertama masuk dulu ke direktori nya dengan cara : cd /etc/mysql lalu masuk ke nano my.cnf  untuk melihat isi dalam nya,kemudian kita membuat password nya, dengan cara mysql –u root –p


5.      Setelah kita buat password mysql-server seperti di atas, kita mulai membuat database nya, di sini saya membuat database dengan nama praktikum, cara nya : create database praktikum( sesuai dengan yg kalian inginkan )


6.      Kemudian kita buat table nya, disini saya membuat table dengan nama pjk3 seperti ini, contoh : create table pjk3 (id_class int(9),nama_kelas varchar(25),jumlah int(4), primary key(id_class));


7.      Untuk melihat table dan isi field nya kita ketikkan show tables; dan desc pjk3;


8.      Kemudian kita isi kan field table nya,dengan cara :  insert into pjk3 values (‘01’,’PJK 3’,’4’); (Sebagai contoh saja) ^^


9.      Terakhir jika kita ingin melihat field yang kita isi tadi kita buka kembali web browser client kemudian buka phpmyadmin seperti tadi masukkan id dan password lalu klik bagiandatabase pilih praktikum(database yang kita buat di mysql server tadi) lalu pilih browse maka akan muncul field yang kita input tadi

Selasa, 05 Februari 2013 0 komentar

Tutorial DNS dan Web Server di Debian

Posted by : Unknown
1.      Yang pertama harus kita lakukan adalah membangun DNS terlebih dahulu, jika belum ada kita install terlebih dahulu dengan menggetikkan : apt-get install bind9 , jika sudah kita setting IP-address kita dulu, degan cara nano /etc/network/interfaces , kalau sudah di setting kita restart dengan menggetikkan /etc/init.d/networking restart


2.      Setelah selesai kita mulai membuat DNS, pertama masuk ke direktori bind dengan cara : cd /etc//bind , kemudian kita copy db.local dan db.127 dengan cara : cp db.local db.matius untuk yang db.127 nya cp db.127 db.matius.ip


3.      Kemudian kita masuk ke file db.matius(db yang kita copy tadi), dengan cara nano db.matius dan ubah sesuai gambar dibawah ini, dengan catatan localhost di ganti nama domain kita, misal kalau saya pakai matius.com dan ip 127.0.0.1 di ganti dengan ip kalian


4.      Untuk yang db.127 kita masuk seperti tadi  nano db.matius.ip , bagian localhost ganti dengan nama domain, lalu di bagian bawah sudut kanan yang 1.0.0 ganti dengan 3 oktet terakhir ip kalian misal 100.10.168


5.      Kemudian kita masuk ke file nano named.conf.default.zones dan ubah seperti ini : edit di bagian bawah
Bagian 1
Zone    “matius.com” {
            Type master;
            File “/etc/bind/db.matius(db.local yang kita copy tadi)”;
};

Bagian 2 ( di bawah nya lagi)
Zone    “192.in-addr.arpa” {
            Type master;
            File “/etc/bind/db.matiusip(db.127 yang kita copy tadi)”;
};


6.      Masuk juga ke direktori cd /etc/ dan masuk ke file  nano resolv.conf  tambahkan seperti ini : search : matius.com (enter) nameserver 192.168.10.100 ( ip kalian sendiri)




7.      Lalu kita restart bind /etc/init.d/bind9 restart dan kita tes apakah DNS tersebut sudah jalan apa belum dengan cara nslookup matius.com kalau sudah berjalan akan muncul nama domain dan ip kita

Setting Web Server


8.      Setelah DNS selesai kita masuk ke apache2 untuk memakai web server dengan nama kita pada asaat kita akses phpmyadmin dan mysql server, jika belum ada kita install dulu apt-get install apache2, lalu kita masuk ke direktori cd etc/apache2 kemudian masuk ke cd sites available lalu copy file default nya dengan cara cp default default.ori kemudian masuk ke file nano default.ori ubah seperti ini : tanda * di : 80 ubah jadi ip kita
Di bagian ServerAdmin pada localhost ubah nama domain kita
Kemudian di bawah ServerAdmin tambahkan ServerName masukkan nama domain kita
Di bawah nya lagi tambahkan ServerAlias masukkan nama domain menggunakan www, misal : www.matius.com


9.      Jika sudah kita restart apache nya /etc/init.d/apache2 restart kalau mau mengubah tulisan pada saat di akses ke web browser masuk dulu ke cd /var/www lalu masuk ke file nano index.html di sana kita bisa merubah tulisan sesuai keinginan kita.

10.  Untuk mengetes apakah web server kita sudah jalan apa belum kita buka web browser atau mozilla di pc client lalu ketikan di alamat URL dengan nama domain kalian

0 komentar

Tutorial Samba PDC di Debian

Posted by : Unknown
-->
1.       Pertama kita setting dulu DNS nya, agar konfigurasi dengan domain kita, di sini saya memakai nama DNS kelompok1.com dan saya tidak membahas lg DNS karena menurut saya kebanyakan sudah bisa membuat nya, saya langsung lanjutkan ke setting sambaPDC nya, jika blm ada kita instal dahulu dengan cara apt-get install samba dan apt-get install smbclient

2.       Kemudian kita setting di nano smb.conf,
Biar lebih jelas konfigurasi milik saya seperti ini :
[global]

workgroup = kelompok1.com
server string = %h server
dns proxy = no
log file = /var/log/samba/log.%m
max log size = 1000
syslog = 0
panic action = /usr/share/samba/panic-action %d
security = user
encrypt passwords = true
passdb backend = tdbsam
obey pam restrictions = yes
unix password sync = yes
passwd program = /usr/bin/passwd %u
passwd chat = *Enter\snew\s*\spassword:* %n\n *Retype\snew\s*\spassword:* %n\n *password\supdated\ssuccessfully* .
pam password change = yes
domain logons = yes
domain master = yes
local master = yes
preferred master = yes
os level = 75
logon path = \\%N\profiles\%U
logon drive = H:
add machine script = /usr/sbin/useradd -g machines -c "%u machine account" -d /dev/null -s /bin/false %m$
socket options = TCP_NODELAY

#============= Share Definitions ===================
[homes]
comment = Home Directories
browseable = no
read only = no
create mask = 0700
directory mask = 0700
valid users = %S

[netlogon]
comment = Network Logon Service
path = /home/samba/netlogon
guest ok = yes
read only = yes

[profiles]
comment = Users profiles
path = /home/samba/profiles
guest ok = no
browseable = no
create mask = 0600
directory mask = 0700
 [gambar]
Path = /home/gambar
Guest ok  = no
Browseable = yes
Read only = yes
Valid users  = root
Writeable = yes
Create mask = 700
Directory mask = 700

3.       Lalu kita edit file nsswitch.conf dengan cara nano nsswitch.conf, ubah bagian host nya, menjadi : files wins dns

4.       Lalu kita buat direktori nya,  mkdir –p /home/samba/netlogon
Mkdir –p /home/samba/profiles
Chmod 777 /home/samba/profiles

5.       setelah itu kita buat group nya dengan cara groupadd machines

6.       jika sudah kita coba testparm apakah sudah benar atau belum


7.       Kemudian kita buat user untuk masuk ke samba PDC kita, disini saya memakai user root, dengan cara smbpasswd –a root

8.       Kemudian kita tes di client di sini saya memakai client windows xp, cara nya, klik kanan di my computer > pilih properties > computer name > pilih change > klik domain > masukkan nama domain kita tadi, jika berhasil maka akan muncul file yang kita sharing dan nama domain kita

0 komentar

Tutorial DHCP Server di Debian

Posted by : Unknown
-->
1.      Pertama sebelum kita membuat DHCP server kita harus setting ip terlebih dahulu, di sini saya memakai ip kelas B, dengan ip address 172.16.25.10

2.      Setelah membuat ip kita langsung membuat DNS


3.      Kemudian setelah membuat DNS kita langsung membuat DHCP Server, jika belum ada kita instal terlebih dahulu dengan cara apt-get install dhcp3-server

4.      Lalu kita masuk ke direktori nya dengan cara cd /etc/dhcp, dan kita ketikkan nano dhcpd.conf  jika sudah tekan enter


5.      Setelah masuk ke nano dhcpd.conf kita ubah di bagian option-name dan option domain-name-servers

Di bagian option-name kita ubah menjadi nama DNS kita, sedangkan di option domain-name-servers kita ubah menjadi ip address kita

6.      Lalu kita ubah juga di bagian #This is a very basic subnet declaration.

Di sini kita hapus semua tanda # nya lalu ketikkan/tambahkan sendiri di bagian option  subnet-mask dan option broadcast-address, lalu kita mulai mengisi di bagian subnet kita isikan ip subnet id kelas B, sedangkan di range kita isikan ip range kelas B,Di bagian ini adalah proses untuk membatasi ip yang akan kita gunakan di dhcp saya membatasi 172.16.25.15 sampai 172.16.25.25, di option subnet-mask kita isikan subnet kelas B, lalu di option broadcast-address kita isikan broadcast kelas ip B, yang terakhir di bagian option routers kita isikan ip address yang kita buat tadi



7.      Jika semua proses sudah selesai kita restart dhcp nya dengan cara /etc/init.d/isc-dhcp-server restart


8.      Lalu kita coba jalankan di pc client kita, jika berhasil akan muncul nama DNS kita dan ip yang sudah kita batasi tadi

0 komentar
Diberdayakan oleh Blogger.

Copyright © 2012 Sieghart | Naruto Vs Sasuke V2 Theme | Designed by Johanes DJ